Terjemahan The Assertive Librarian


GAMBARAN SEJARAH PENDIDIKAN PROFESI

Pendidikan dan pelatihan pustakawan Amerika terkait dengan berkembangnya pendidikan profesi dan  perkembangan ekonomi tentunya.  Sebagai catatan dalam bab misi dan nilai dalam perpustakaan (bab7), perpustakaan awal amerika terlihat kecil dan relative sederhana. Di sebagian perpustakaan, mereka hanya memiliki beberapa staf perpustakaan dan hanya dijadikan sebagai penjaga perpustakaan. Pustakawan yang memiliki pendidikan perpustakaan lahir pada abad ke-19. Mereka biasanya ditemukan di lembaga akademik yang sangat canggih dan kebayakan dari mereka adalah laki-laki. Sehingga digambarkan sebagai  “Bookmen” “laki-laki buku” oleh Pierce Butler (1951) di dalam sejarah keprofesiannya, karena mereka memiliki jenjang pendidikan sarjana bukan teknisi. Pustakawan pada masa itu sangat sedikit.

Sampai pada tahun 1850 tidak ada yang berbicara mengenai pelatihan untuk pekerja perpustakaan  kecuali mereka yang dipekerjakan untuk percobaan dan yang bermasalah. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengikuti contoh yang ada. Kadangkala pustakawan pemula menghubungi  pustakawan yang sudah berpengalaman sebagai pemberi saran dan konsultan mereka. Pelatihan awal, magang, mungkin baru muncul dipertengahan tahun 1850 dan 1875. Magang adalah pelatihan bagi mereka melalui pengalaman praktis dari orang yang sudah berpengalaman. Seorang pustakawan ada pada seseorang yang menyukai perpustakaan dan orang-orang yang bekerja di perpustakaan .

Salah satu cara lain dalam mengembangkan ke profesionalitasan  adalah dengan memiliki informasi publikasi dari penerbit swasta, pemerintahan USA, atau dari ALA.  Penerbit mingguan , masih menjadi andalan di dalam dunia perpustakaan, mulai dari tahun 1872. Meskipun itu berfokus kepada industry penerbitan, tetapi ada bagain kecil yang dikhususkan untuk pustakawan. Publikasi utama yang memberikan dukungan yang luar biasa untuk pelatihan perpustakaan adalah American Library Journal. Yang didirikan pada tahun 1876 sebagai orgsn resmi yang dibuat oleh ALA, jurnal ini  (yang sekarang berganti nama Library Journal) adalah jurnal yang pertama mengkhususkan dirinya tertarik kepada pustakawan dan artikel yang dipublikasikan, resume prosiding konferensi ALA, dan pada bagian itu berjudul “Notes dan Queries”, yang memberikan tanggapan mengenai pertanyaan dan komentar dari pustakawan. Banyak pertanyaan yang disampaikan yaitu mengenai cataloging, klasifikasi, sirkulasi, pembangunn perpustakaan, peralatan perpustakaan, dan dana untuk perpustakaan. Library Journal diisi dengan saran yang ditujukan untuk pustakawan pemula. Di dalam edisi pertama, Justin Windsor , editor dan direktur dari perpustakaan umum Boston, menulis sebuah artikel mengenai saran yangn diberikan untuk pustakawan baru/pemula dalam mempelajari manajemen perpustakaan. Di akhir tulisannya ia merekomendasikan bahwa pustakawan baru: 1) letakan materi mengenai kepustakawanan secara terbuka 2) kunjungi perpustakaan yang sama dan tanyakan mengenai peraturan dan laporan mereka, 3) pelajari bahan/bahan atau materi yang kamu terima 4) mengevaluasi sejauh mana perpustakaan lain adalah perbandingan yang baik untuk perpustakaan yang bersangkutan, 5)menghubungi seorang pustakawan yang berpengalaman dan 6)  melakukan hal-hal yang datang secara alami “bisa diartikan sebagai melakukan hal yang sesuai dengan hati kita, tanpa paksaan, mungkin bgt” (Windsor 1876). Dia juga memperingatkan kepada pemula bahwa jika dia tidak memiliki waktu untuk melakukan penelitian dan analisis ini kemudian dia harus “menyerahkan jabatanmu kepada orang yang mampu melaksanakan hal tersebut…” (Windsor 1876, p.2)

Sumber yang sangat signifikan dari publikasi untuk pustakawan diterbitkan oleh The U.S. Bureau Education, yang memproduksi publikasi untuk pendidik. Publikasi yang paling signifikan mempengaruhi pendidikan perpustakaan adalah the bureau’s landmark study yang diterbitkan tahun 1876, perpustakaan umum di USA: sejarah mereka, keadaan, dan management. Hal yang paling mendasar dari data yang diterima menunjukkan bahwa lebih dari 3600 perpustakaan umum dan terdapat didalamnya data dengan tipe perpustakaan yang lain. Sebagai bagian dari pekerjaan ini, bureau menerbitkan panduan yang termasuk didalamnya artikel yang ditulis oleh ahli kepustakawanan. Topic ini terdiri dari  management, administrasi, sejarah, cataloging, popular reading (minat baca), dan gedung perpustakaan. Pada dasarnya, itu merupakan hak dari pengunjung perpustakaan (pembaca) (perpustakaan umum 1876). Hal Ini yang menunjukkan bahwa masih jarang literature yang diproduksi dan masih sedikit untuk adanya pelatihan formal kepustakawanan. Kelangkaan pelatihan ini tercermin dari sedikitnya perpustakaan yang ada dan kegunaan yang potensial dari perpustakaan dan pustakawan yang sedikit yang ada di kalangan masyarakat.

Dari periode 1876 sampai 1923 adalah waktu yang sangat kritis dan kompleks dalam pembangunan perpustakaan, dan ada berbagai kekuatan yang bekerja yang menciptakan dasar bagi profesionalisasi kepustakawanan. Diantaranya mengikuti:

Kemunduran dari model pendidikan inggris klasik dan Apprenticeship(magang) dan munculnya model pendidikan teknis.

selama abad ke-19 pendidikan amerika pada umumnya di dominasi oleh orang-orang imigran seperti inggris. Model pembelajaran ditekankan kepada bahasa klasik, agama, kesusastraan dan tata bahasa. Dengan adanya revolusi industri, model pelatihan yang digunakan harus berubah. Perubahan ini perlu dilakukan karena menjelaskan bahwa di dalam lingkungan perusahaan (perpustakaan) membutuhkan pelatihan yang lebih efisien daripada pendekatan tradisional. Di dalam pendekatan tradisional yang dirancang untuk melatih seseorang membuat kerajinan , hanya beberapa orang yang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Dengan adanya industrialisasi, banyak orang dilatih di posisi yang diperlukan oleh pabrik atau perusahaan sama seperti di pabrik-pabrik lainnya. Pendidikan yang dilakkukan harus mengakomodasi orang banyak dan memberikan pendekatan yang umum, menggunakan prinsip yang umum dalam bekerja dan melatih pekerjaan yang dibutuhkan. Pendidikan dahulu/ klasik sudah tidak tepat, dan mempelajari keterampilan juga sudah tidak efisien. Munculnya sekolah teknik dan sekolah kejuruan dari lembaga-lembaga pendidikan yang tentunya membutuhkan sebuah perpustakaan. Paparan model pendidikan teknis eropa diberikan di berbagai pameran internasional dan eksposisi di eropa,USA, dan beberapa perpustakaan utama, Diantara yang lain, mereka hadir dalam acara tersebut sehingga menemukan model yang menarik (white 1976)

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: